Latar Belakang diadakan Webinar ini adalah karena Akademi Teknik Penerbangan Nasional melihat tantangan yang sudah ada didepan mata mengenai persaingan internasional. Oleh karena itu ATPN memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas lulusannya dan juga menyebarkan semangat vokasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada beberapa hal yaitu :
ATPN sangat memperhatikan tantangan tersebut dan berusaha untuk mempersiapkan lulusannya agar memiliki kualitas yang memadahi dan mampu bersaing di dunia global. Salah satu langkah yang kami ambil awalnya dengan membuat acara webinar dan diskusi dengan tagline: ATPN; LEVEL UP! dengan tujuan mengumpulkan sebanyak mungkin masukan dan saran dari berbagai nara sumber yang memiliki latar belakang pengalaman internasional, misalnya para anak muda Swiss yang telah melakukan program Zivil Service (Zivi) di ATPN, para anak muda alumni ATPN yang sudah pernah merasakan persaingan global dalam pekerjaan mereka, serta alumni senior ATPN yang sudah sangat berpengalaman menghadapi tuntutan dunia internasional.




Webinar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juni 2021, dari pk 12.30 sd 16.00 Via Zoom Meeting dan Youtube channel Akademi Teknik Penerbangan Nasional. Kegiatan ini dibagi dalam tiga sesi.
Webinar ini sangat bagus karena bisa memberikan masukan kepada institusi ATPN pada khususnya dan sekolah/perguruan tinggi vokasi pada umumnya mengenai langkah strategis yang bisa dijalankan untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Webinar ini diikuti oleh 128 partisipan melalui zoom,sementara yang mengikuti melalui Youtube 130an orang.
Selamat datang di tahun 2021. Tetap berjuang dan berusaha bertahan menghadapi pandemi sekaligus menyambut era industri 4.0 yang tanpa kenal lelah menerjang.
Join our Webinar:
MILLENNIALS IN INDUSTRY 4.0 – Facing The Disruptive Technology of Industry 4.0
Untuk registrasi, klik tombol registrasi di bawah ini.
Fasilitas : e-certificate
DAY 1 | 26 Januari 2020 | Pk. 08.30 – 12.30
DAY 2 | 27 Januari 2020 | Pk. 08.30 – 12.30
Diselenggarakan oleh:
PROGRAM STUDI TPM & PM
POLITEKNIK ATPN BANJARBARU
Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (4C), event olahraga berdonasi untuk Pendidikan.
Lebih dari 3000 volunteers yang terdiri Alumni sekolah-sekolah Katholik dan Universitas Sanata Dharma, Klerus dan Awam telah memulai sebuah kolaborasi guna menggalang dana lewat event olahraga virtual dengan tujuan membantu guru-guru honorer di sekolah-sekolah swasta Katholik yang terdampak pandemi, khususnya di luar Pulau Jawa. Hasil penggalangan dana akan diterima dan disalurkan lewat Caritas Indonesia KWI.
Caritas Christmas Cross Challenge 2020 bergulir dari inisiatif beberapa komunitas lari Alumni sekolah-sekolah Katholik di Jakarta kini telah menggelinding bak bola salju menjadi aksi solidaritas dengan peserta dari 23 Keuskupan, 7 Kongregasi Suster, 12 Organisasi Katholik, 17 Komunitas Alumni Sekolah dan Universitas Katholik.
“Ini sebenarnya berawal dari pengharapan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo agar kegiatan ini bisa melibatkan sebanyak mungkin Keuskupan dan organisasi Katholik lainnya. Dengan demikian diharapkan bisa membangun perhatian dan kebersamaan yang bersifat nasional”, ujar Ketua Panitia Pelaksana, Christiano Hendra Wishaka. “Saat ini tercatat 1150 Alumni, sekitar 150 lebih sahabat awam, 1700 lebih Klerus termasuk Bapak Kardinal, 18 orang Uskup lainnya dan 450an Suster. Para volunteers tersebar di berbagai kota dan pulau di Indonesia. Bahkan sebagian peserta adalah warga negara asing seperti dari Myanmar, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, Filipina, India, Perancis dan Kenya. Kamipun merasa sangat terhormat dengan keterlibatan Sr. Francesco Marianti OSU (86 tahun) dan beliau menjadi volunteer paling senior (86tahun)”.
Event olahraga virtual berdonasi ini akan berlangsung selama 5 minggu kedepan sampai dengan 31 Desember 2020. Menurut Glenn Sebastian, Koordinator Race Management “Sejak beberapa hari lalu, para volunteers akan terus mengajak jejaringnya untuk mendonasikan kelipatan Rp. 50.000 untuk setiap poin kepada Tim yang diwakilinya. Nah, mulai 1 Desember sampai akhir tahun, anggota Tim akan menebus perolehan dengan berjalan (termasuk treadmill) dan berlari atau bersepeda (termasuk sepeda statis). Para sahabat dan jejaring dapat berdonasi secara manual atau elektronik dengan cara penyetoran tunai, transfer ATM atau Mobile Banking, Kartu Kredit, e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya). Informasi lengkapnya dapat diperoleh di http://aktivin.id/4c “, ujar Glenn menambahkan.
Menurut Rm. Widyarsono, Dosen STF Driyarkara dan Pembina panitia event, olahraga virtual berdonasi ini sangat unik. “Lewat gerakan yang sudah bisa disebut nasional ini, pertama tama mari kita berikan perhatian pada sekolah-sekolah pelosok yang diujung tanduk. Dengan modal kebersamaan dan rasa solidaritas, mari kita dukung para tenaga guru honorer agar bisa terus mendidik murid-murid mereka. Kedua, yang tidak kalah penting, lewat keteladanan para volunteers Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge dan teman-teman, mari kita bangun pola hidup sehat dan bugar lewat olah raga rutin agar bisa menghadapi tantangan akibat pandemi dengan pikiran positif dan optimistik”.
Panitia Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge 2020.
Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia.
Narasumber:
Ketua Panitia: Christiano H. Wishaka (+62 818-1888-8788)
Koordinator Race Management: Glenn Sebastian (+62 812-8710-768)
Email sekretariat: [email protected]
Microsite: http://aktivin.id/4c
Materi komunikasi: E-Posters
Ensiklik Paus Fransiskus Tentang Merawat Bumi
Ensiklik ini memuat pandangan dan seruan Paus Fransiskus tentang pentingnya mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. Paus menyatakan bahwa kerusakan yang terus-menerus dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan sebagai satu tanda kecil dari krisis etika, budaya dan spiritual modernitas.
“Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi, yang menyuapi dan mengasuh kami, dan menumbuhkan aneka ragam buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rumput-rumputan. Saudari ini sekarang menjerit karena kerusakan yang telah kita timpakan kepadanya, karena tanpa tanggung jawab kita menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya.”
Paus Fransiskus memulai bait-bait awal ensikliknya dengan ucapan “Laudato Si’, mi’ Signore,” “Terpujilah Engkau, Tuhanku,” yang ia kutip dari ucapan Santo Fransiskus dari Asisi, pendahulunya. Ensiklik ini terkenal dengan nama Laudato Si karena ucapan pertama Paus dalam ensiklik tersebut adalah Laudato Si yang berarti Terpujilah Engkau.
Kalimat awal dalam ensiklik ini merupakan penegasan sikap Paus Fransiskus yang lahir dari refleksi keimanan atas realitas dunia yang hadir saat ini. Dua ratus empat puluh enam (246) paragraf dari keseluruhan ensiklik ini berbicara soal bagaimana seharusnya manusia beragama dan beriman bersikap atas alam dan lingkungannya.
Ensiklik ini merupakan seruan profetik pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang disandarkan pada ajaran keimanan Katolik. Sebuah ensiklik tak hanya merespons realitas sosial, namun juga mengungkapkan basis teologisnya, sehingga aksi-aksi implementatif terhadap ensiklik bukan hanya merupakan gerakan sosial melainkan juga gerakan keagamaan.
Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikael Banjarbaru yang bernaung dalam Kolese Mikael Banjarbaru adalah salah satu kolese milik Serikat Yesus Indonesia yang secara serius ikut menanggapi secara positif seruan Paus ini. Kebetulan, isi ensiklik Laudato Si ini menjadi salah satu horison atau cakrawala yang menjadi orientasi karya Serikat Yesus internasional. Orientasi yang dicanangkan Serikat Yesus biasanya akan dibreakdown dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kolese dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam satu dekade ke depan semua kolese Jesuit di seluruh dunia, termasuk kolese-kolese Jesuit di Indonesia menjadikan UAP (Universal Apostolic Preference) sebagai horison, cakrawala atau sebagai orientasi dasar yang mau dicapai. UAP merupakan program Serikat Yesus International, yang memiliki 4 unsur :
Seminar Webinar ini dimaksudkan sebagai sarana merefleksikan bagaimana Kolese Mikael menyikapi Ensiklik Laudato Si dalam konteks situasi realnya. Secara khusus pada tahun lalu Kolese Mikael pernah melakukan seminar dan pelatihan dalam pengelolaan sampah, pembuatan resapan air di lingkungan kampus/sekolah, keberpihakan pada petani, dll. Seminar-Webinar ini mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang bisa diterapkan di lingkungan Kolese Mikael.
Seminar yang dipandu oleh Rahajeng Kurniawati sebagai Host dalam bentuk Talk Show dengan menghadirkan Rm. Effendi SJ sebagai narasumber utama, berjalan sangat seru dan menyenangkan. Peserta seminar yang terdiri dari direksi PT ATPN, Direktur Akademi Teknik Penerbangan Nasional berserta jajaran terkait, Direktur PT IGI, direktur PT BizDEC, Direktur PT ADE dan Kepala Sekolah SMK Mikael beserta wakil kepala sekolah, serta mahasiswa Akademi Teknik Penerbangan Nasional tingkat III, dengan antusias mengikuti kegiatan Seminar Webinar ini sampai selesai.



29 September adalah hari Kolese Mikhael Banjarbaru. Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikhael selalu merayakan tanggal 29 September sebagai hari pelindung Kolese. Bahkan di tengah suasana pandemi sekalipun perayaan Mikael Day tetap dilaksanakan, namun dengan cara yang lebih sederhana. Tidak ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak secara bergerombol.
Acara puncak, Misa Kudus, yang biasanya dihadiri seluruh karyawan, dosen, guru, mahasiswa dan siswa SMK Mikhael, kali ini hanya dihadiri oleh karyawan ATPN dan SMK yang beragama Katolik. Sementara mahasiswa dan siswa mengikuti kegiatan misa secara online (streaming). Tema yang diangkat panitia adalah Tetap Berkarya dan Bersyukur di Tengah Pandemi. Tema ini dipilih panitia sebagai wujud rasa syukur karena berkat perlindungan St. Mikhael, kegiatan perkuliahan praktik dan produksi masih bisa berjalan meski dengan beberapa batasan. Tak ada seorangpun karyawan ATPN dan Mikael yang dirumahkan, diberhentikan dan semuanya masih bisa menerima gaji secara penuh. Keadaan ini menjadi sangat istimewa di tengah situasi banyaknya perusahaan yang kesulitan menjalankan kegiatan produksi, banyak perusahaan tutup dan karyawan dirumahkan.
Perayaan Santo Mikhael tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara meriah yang
melibatkan seluruh warga Kolese di bawah naungan Yayasan Karya Bakti Banjarbaru. Terlihat dengan adanya beberapa lomba, kegiatan kebersamaan (seperti jalan sehat,
touring dan lainnya) dan kegiatan-kegiatan sosial. Semua ini karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Semua kegiatan yang melibatkan orang banyak dan berkerumun akan ditiadakan dan diganti dengan kegiatan secara online dan bakti sosial untuk warga yang membutuhkan bantuan. Misa syukur tetap dilaksanakan dengan pembatasan peserta dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Meskipun perayaan Santo Mikhael tahun ini dirayakan secara sederhana, panitia mengharapkan agar seluruh anggota keluarga Kolese Mikhael tetap memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas demikian banyak cara yang dilakukan Tuhan untuk melindungi dan memelihara anggota Kolese Mikhael.

Tema Kegiatan: Tetap Berkarya dan Bersyukur di Tengah Pandemi
Diharapkan memberi inspirasi kepada seluruh anggota keluarga kolese Mikhael. Kita harus terus kreatif dan berkarya baik yang di dunia pendidikan maupun dunia usaha supaya tetap hidup berkembang di tengah situasi sulit akibat Covid-19.
Jenis Kegiatan :





Akademi Teknik Penerbangan Nasional, sebagai politeknik terbaik di Indonesia, tidak hanya membekali dosen dan mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan teknik dan softskills, tetapi juga dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia secara utuh..
Pada hari Jumat, 14 Februari 2020, Politeknik ATAMI Banjarbaru mengadakan SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP, yang dihadiri oleh perwakilan karyawan dari PT ATPN, PT ADE, PT IGI, Bisdec, PT AKE, para dosen dan istruktur, mahasiswa, dan perwakilan dari Kepala Sekolah, Guru dan Osis SMK Mikhael Banjarbaru. Pilihan untuk mengadakan SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP ini sejalan dengan kriteria dari pilihan karya Jesuit Provinsi Indonesia. Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikhael sebagai KOLESE MIKHAEL merupakan salah satu dari karya Jesuit Provinsi Indonesia. Oleh karena itu semua kebijakan dalam tata kelola kolese harus sejalan dengan kebijakan Jesuit Provinsi Indonesia.
Dalam pilihan terhadap karya, Jesuit Provinsi Indonesia membuat Universal Apostolic Preferences (UAP). UAP merupakan penunjuk arah atau orientasi dan menjadi inspirasi bagi karya-karya Jesuit di Indonesia.emo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur.
EMPAT POIN PENTING UNIVERSAL APOSTOLIC PREFERENCES
1. Menunjukkan jalan menuju Allah
2. Berjalan bersama orang miskin
3. Menemani orang muda
4. Merawat rumah bumi




Dalam sambutannya Rm. T. Agus Sriyono SJ menegaskan bahwa Kolese Mikhael secara serius ingin menjadikan Empat Poin UAP ini sebagai sesuatu yang bisa diterapkan di Kolese Mikhael Banjarbaru. Untuk memujudkan poin ke empat UAP: MERAWAT RUMAH BUMI, maka Seminar Lingkungan Hidup yang dilaksanakan pada Jumat 14 Februari ini sebagai wujud keseriusan Kolese MIkhael dalam mewujudkan impian menjadi pelopor dalam kegiatan Merawat Rumah Bumi. Panitia Seminar menyadari bahwa sampah menjadi masalah yang tidak pernah selesai di Indonesia. Fenomena itu terjadi pula di Kota Banjarbaru. Kolese Mikhael yang secara geografis berada di kota Banjarbaru, mau ikut ambil bagian dalam pengelolaan sampah, sebagai wujud dari kecintaan pada bumi, milik generasi mendatang.
Seminar Lingkungan Hidup ini mengundang Narasumber Ibu Denok Marty Astuti – 40, praktisi lingkungan hidup di Kota Banjarbaru. Berkat kinerja dan kiprahnya, Ibu Denok diusulkan oleh Pemkot Surakata meraih penghargaan Kalpataru. Ibu Denok mengajak peserta seminar untuk mengelola sampah mulai dari hal kecil disekitar kita. Untuk pengelolaan sampah, butuh keteladanan dan contoh. Orang lain tidak akan melakukan kalau belum ada contoh yang dianggap berhasil. Bank sampah menjadi salah satu contoh bahwa sampahpun bisa menjadi emas. Banyak hal yang bisa dikreasikan sampah, misalnya : Sampah sisa organik diolah menjadi kompos, sampah botol plastik dikumpulkan dan ditimbang menjadi uang dan bisa ditabung/ dikonversi menjadi emas.
Dalam paparannya ibu Denok memaparkan tentang volume sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo dari waktu ke waktu terus bertambah. Pada 2015, terdapat 275 ton sampah per hari yang masuk TPA tersebut. Kemudian, rata-rata sampah masuk per hari pada 2016 meningkat menjadi 298 ton. Volume itu kembali naik pada 2017 dengan rata-rata 310 ton sampah per hari.
Diskusi tentang sampah dan lingkungan hidup, tidak perlu menunggu es di kutub utara dan selatan mencair. Akademi Teknik Penerbangan Nasional menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak perlu disampaikan dalam wacana indah dalam kata, tetapi justru melalui hal yang sederhana dan berasal dari diri kita sendiri. Mengelola sampah berasal dari kebiasaan atau habit kita sehari-hari. Karena itu, dalam Seminar lingkungan hidup kali ini, Akademi Teknik Penerbangan Nasional mengangkat tema “Membangun Habit Merawat Bumi”.
Tema ini diangkat dengan dasar arah “Universal Apostolic Preferences” Serikat Yesus dimana konsep membangun dunia dengan cara “model hidup manusiawi yang berdamai dengan ciptaan”. Selain itu, mengajak untuk melakukan analisis, penyelidikan dan diskresi sampai pada keputusan-keputusan untuk menyembuhkan ibu bumi. Dasar tersebut juga mengajarkan bahwa pertobatan ekologis: efek dari perjumpaan dengan Kristus, hendaknya tampak dalam relasi kita dengan dunia di sekitar kita, mulai dengan mengubah gaya hidup.
]]>