Event – News https://atpnbjb.ac.id/news Akademi Teknik Penerbangan Nasional Mon, 28 Jun 2021 02:11:11 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.5.18 INTERNATIONAL WEBINAR https://atpnbjb.ac.id/news/international-webinar/ Mon, 28 Jun 2021 02:08:55 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/?p=2496 INTERNATIONAL WEBINAR Read More »

]]>
“IMPROVING EDUCATION QUALITY AND SUSTAINABILITY OF HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS”

Latar Belakang diadakan Webinar ini adalah karena Akademi Teknik Penerbangan Nasional melihat tantangan yang sudah ada didepan mata mengenai persaingan internasional. Oleh karena itu ATPN memiliki keinginan untuk meningkatkan kualitas lulusannya dan juga menyebarkan semangat vokasi di Indonesia. Hal ini didasarkan pada beberapa hal yaitu :

  1. Tuntutan bahwa tenaga kerja Indonesia harus mampu bersaing secara global.
    Pemerintah Indonesia telah menandatangani perjanjian kerjasama global, yaitu C-AFTA, IAFTA, AEC, dan WTO. Penandatanganan perjanjian tersebut akan menyebabkan terjadi pasar tunggal pada tingkat ASEAN. Hal itu juga akan menyebabkan terjadinya pasar bebas dalam bidang barang, jasa, investasi, modal, tenaga profesional dan tenaga kerja terlatih. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) bulan November 2020 mengandung konsekuensi bahwa tenaga kerja Indonesia harus mampu bersaing secara global. Semakin tinggi kemampuan SDM yang bersangkutan maka akan semakin siap menghadapi era globalisasi.
  2. Kurangnya kuantitas SDM berkualitas yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi vokasi.
    Pendidikan vokasi menjadi solusi untuk penciptaan sumber daya manusia yang berkompeten, berdaya saing, dan siap bekerja profesional. Namun pendidikan vokasi di Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding dengan negara-negara maju di dunia, bahkan di ASIA. Menurut sumber LP3I, jumlah sekolah vokasi di Indonesia hanya 12% dibandingkan dengan jenjang akademik, hal ini masih harus ditingkatkan.
  3. Masih tingginya tingkat pengangguran terdidik.
    Berdasarkan angka pengangguran yang ada, tingkat pendidikan diploma pun mencetak angka sebesar 6.02% Angka pengangguran yang tinggi menunjukkan bahwa SDM belum terserap secara baik di industri. Untuk menekan tingginya angka pengangguran maka masih diperlukannya peningkatan lulusan di bidang vokasi. Peningkatan lulusan di bidang vokasi pun perlu melihat kebutuhan industri yang ada.
  4. Perkembangan kemampuan khusus yang dibutuhkan menghadapi kebutuhan global.
    Worl Economic Forum (WEF) menyatakan bahwa terdapat 10 kemampuan diri yang dibutuhkan SDM agar dapat bersaing secara global pada tahun 2025. Maka dari itu mempersiapkan lulusan yang dapat bersaing dalam persaingan global harus segera dilakukan.
  5. Tantangan yang dihadapi lulusan ATPN di lingkungan kerja dan industri yang seringkali berhadapan dengan persaingan global. Hal ini terbukti dari banyaknya lulusan yang bekerja di industri dengan latar belakang internasional, dan juga tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi.

ATPN sangat memperhatikan tantangan tersebut dan berusaha untuk mempersiapkan lulusannya agar memiliki kualitas yang memadahi dan mampu bersaing di dunia global. Salah satu langkah yang kami ambil awalnya dengan membuat acara webinar dan diskusi dengan tagline: ATPN; LEVEL UP! dengan tujuan mengumpulkan sebanyak mungkin masukan dan saran dari berbagai nara sumber yang memiliki latar belakang pengalaman internasional, misalnya para anak muda Swiss yang telah melakukan program Zivil Service (Zivi) di ATPN, para anak muda alumni ATPN yang sudah pernah merasakan persaingan global dalam pekerjaan mereka, serta alumni senior ATPN yang sudah sangat berpengalaman menghadapi tuntutan dunia internasional.

Webinar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juni 2021, dari pk 12.30 sd 16.00 Via Zoom Meeting dan Youtube channel Akademi Teknik Penerbangan Nasional. Kegiatan ini dibagi dalam tiga sesi.

  1. SESI 1 : Learning the Gaps from Swiss Education; Being Adaptive and Independent to Meet Global Standard.
    Pembicara : Andrin Meister & Robin Lanz
    Sesi pertama dimoderatori oleh Bp. Hoedi Prasetya, menghadirkan 2 pemateri dari Swiss, Mr.Andrin Meister dan Mr. Robin Lanz. Kedua pemateri ini memberikan gambaran proses pendidikan di Swiss yang menghasilkan lulusan berkualitas internasional, terutama mengenai kemandirian dan kemampuan adaptasi.Yang menarik dari pendidikan di Swiss adalah sejak dini sudah diajari tentang kepedulian dan kesadaran akan lingkungan hidup, kesadaran politik, perbedaan pendapat.
  2. SESI 2: Key to be accepted in Global World: Sharing of Experience and Skill Needed in Global World
    Sesi kedua dimoderatori oleh Bp. FX.Suryadi, dengan mengundang 4 pemateri, semuanya adalah 4 Alumni ATPN yang bekerja di perusahaan internasional. Mereka adalah Yohanes Benny Marwastu (angkatan 36), Sabar Raphael Situmeang (angkatan 38), Yohanes Suryo Kusumo (angkatan 42) dan Monica Nardini(angkatan 47). Mereka mensharingkan mengenai pengalaman kerja dan perjuangan yang dihadapi saat bekerja di lingkungan internasional, dan memberikan gambaran mengenai kualitas (hardskill dan softskill) yang harus dimiliki oleh seorang lulusan di dunia kerja Internasional. Hal penting yang disharingkan oleh para alumni adalah terkait dengan (a) pentingnya memiliki kemampuan komunikasi dengan siapa saja, (b) penguasaan bahasa aging dan (c) leadership agar mereka bisa bersaing dalam dunia global.
  3. SESI 3: Conclusion and Motivation: FACING THE GLOBAL WORLD
    Pembicara : Bp. Samuel Gunawan Wijaya
    Sesi ketiga dimoderatori oleh Bp. Bayu Prabandono. Pembicara ketiga adalah wakil dari industri (PT.Naga Buana).Pokok penting dari pembicaraan beliau adalah (a) attitude dalam pendidikan itu sangat penting, (b) selalu membuat tantangan untuk naik level (the power of kepepet) dan (3) leadership. Dari tantangan itu muncul kemauan untuk belajar terus menerus (on going formation). Dari sinilah ketemu leadership yang dibutuhkan. Menurut pengalaman beliau, dalam belajar terus menerus itulah beliau menemukan tiga unsur penting dalam bisnis yang beiau kelola: soal marketing, SDM,dan produksi. Beliau juga mengatakan bahwa dibutuhkan manajemen untuk mengelola ketiga hal tersebut dan adanya orang yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan.

Webinar ini sangat bagus karena bisa memberikan masukan kepada institusi ATPN pada khususnya dan sekolah/perguruan tinggi vokasi pada umumnya mengenai langkah strategis yang bisa dijalankan untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Webinar ini diikuti oleh 128 partisipan melalui zoom,sementara yang mengikuti melalui Youtube 130an orang.



]]>
WEBINAR https://atpnbjb.ac.id/news/webinar/ Mon, 18 Jan 2021 05:18:20 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/?p=2367 WEBINAR Read More »

]]>
MILLENNIALS IN INDUSTRY 4.0 – Facing The Disruptive Technology of Industry 4.0

Selamat datang di tahun 2021. Tetap berjuang dan berusaha bertahan menghadapi pandemi sekaligus menyambut era industri 4.0 yang tanpa kenal lelah menerjang.

Join our Webinar:
MILLENNIALS IN INDUSTRY 4.0 – Facing The Disruptive Technology of Industry 4.0
Untuk registrasi, klik tombol registrasi di bawah ini.
Fasilitas : e-certificate

DAY 1 | 26 Januari 2020 | Pk. 08.30 – 12.30

  1. Enhancing Innovation & Creativity in Product Design & Development to Face the Challenges of Industry 4.0 Pembicara 1: Dr. Eng. Herianto, S.T., M.Eng. Dosen Departemen Taknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
    Tema ini membahas tentang :
    • Pengembangan generasi muda dari sisi kemampuan inovasi dan kreativitas dalam menghadapi kecepatan perubahan, perkembangan teknologi dan persaingan global.
    • Proses perancangan dan pengembangan produk beserta langkah dan strateginya, termasuk di dalamnya penambahan feature/value.
    • Memahami konsep perancangan produk, kriteria-kriteria sukses dalam perancangan dan menentukan prioritas pengembangan produk.
  2. Millennium Technology Insight in Switzerland
    Pembicara 2 : Andrin Meister (Automation Engineer B&R Automation-Switzerland).
    Tema ini membahas tentang :
    • Perkembangan teknologi khususnya dibidang otomasi dan sistem kontrol di negara Swiss dan sekitarnya, khususnya penerapannya di dunia industri manufaktur.
    • materi tentang produk baru B&R yang terkait dengan I4.0 beserta dengan demo produk/simulasi.
    • Simulasi : digital twin
    • ACOPOStrak : Produksi fleksibel hingga ukuran batch 1
    • exOS : machine learning dan predictive maintenance
    • IoT : Industrial Internet of Things (IIOT)

DAY 2 | 27 Januari 2020 | Pk. 08.30 – 12.30

  1. Facing Industry 4.0; Developing Millennials’ Skills, Leadership and Characters
    Pembicara 3 : Herry Gunawan, S.T. (HR Director PT. UBS – Indonesia).
    Tema ini membahas tentang :
    • Perkembangan teknologi khususnya dibidang otomasi dan sistem kontrol di industri khususnya di PT. UBS, kaitannya dalam menghadapi persaingan global di era Industri 4.0.
    • Persiapan generasi muda dalam memasuksi dunia industri dan menghadapi Industri 4.0 dalam bidang kompetensi (skill), leadership dan karakter.
  2. Challenges and Opportunities for Vocational Graduates in the Industrial Revolution 4.0
    Pembicara 4 : Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. Direktur Jendral Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
    Tema ini membahas tentang :
    • Gambaran mengenai era Industri 4.0, perubahan-perubahan besar dan pengaruhnya di Indonesia.
    • Program dan kebijakan pemerintah Indonesia menghadapi Industri 4.0 dibidang pendidikan vokasi dan industri khususnya manufaktur.
    • Peluang atau masa depan pendidikan vokasi beserta lulusannya terutama di bidang industri manufaktur.
    • Tantangan dan hambatan yang mungkin dihadapi oleh pendidikan vokasi dan lulusannya dalam era Industri 4.0.
    • Hal-hal penting yang harus dipersiapkan oleh generasi muda (mahasiswa) dan institusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusannya dari sudut pandang pemerintah RI.

Diselenggarakan oleh:
PROGRAM STUDI TPM & PM
POLITEKNIK ATPN BANJARBARU

]]>
CARITAS CHRISTMAS CROSS CHALLENGE DECEMBER 2020 https://atpnbjb.ac.id/news/caritas-christmas-cross-challenge-december-2020/ Fri, 11 Dec 2020 01:34:44 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/?p=2349 CARITAS CHRISTMAS CROSS CHALLENGE DECEMBER 2020 Read More »

]]>
Kolaborasi Lewat Olahraga Virtual Sambil Donasi

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (4C), event olahraga berdonasi untuk Pendidikan.
Lebih dari 3000 volunteers yang terdiri Alumni sekolah-sekolah Katholik dan Universitas Sanata Dharma, Klerus dan Awam telah memulai sebuah kolaborasi guna menggalang dana lewat event olahraga virtual dengan tujuan membantu guru-guru honorer di sekolah-sekolah swasta Katholik yang terdampak pandemi, khususnya di luar Pulau Jawa. Hasil penggalangan dana akan diterima dan disalurkan lewat Caritas Indonesia KWI.

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 bergulir dari inisiatif beberapa komunitas lari Alumni sekolah-sekolah Katholik di Jakarta kini telah menggelinding bak bola salju menjadi aksi solidaritas dengan peserta dari 23 Keuskupan, 7 Kongregasi Suster, 12 Organisasi Katholik, 17 Komunitas Alumni Sekolah dan Universitas Katholik.

“Ini sebenarnya berawal dari pengharapan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo agar kegiatan ini bisa melibatkan sebanyak mungkin Keuskupan dan organisasi Katholik lainnya. Dengan demikian diharapkan bisa membangun perhatian dan kebersamaan yang bersifat nasional”, ujar Ketua Panitia Pelaksana, Christiano Hendra Wishaka. “Saat ini tercatat 1150 Alumni, sekitar 150 lebih sahabat awam, 1700 lebih Klerus termasuk Bapak Kardinal, 18 orang Uskup lainnya dan 450an Suster. Para volunteers tersebar di berbagai kota dan pulau di Indonesia. Bahkan sebagian peserta adalah warga negara asing seperti dari Myanmar, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, Filipina, India, Perancis dan Kenya. Kamipun merasa sangat terhormat dengan keterlibatan Sr. Francesco Marianti OSU (86 tahun) dan beliau menjadi volunteer paling senior (86tahun)”.

Event olahraga virtual berdonasi ini akan berlangsung selama 5 minggu kedepan sampai dengan 31 Desember 2020. Menurut Glenn Sebastian, Koordinator Race Management “Sejak beberapa hari lalu, para volunteers akan terus mengajak jejaringnya untuk mendonasikan kelipatan Rp. 50.000 untuk setiap poin kepada Tim yang diwakilinya. Nah, mulai 1 Desember sampai akhir tahun, anggota Tim akan menebus perolehan dengan berjalan (termasuk treadmill) dan berlari atau bersepeda (termasuk sepeda statis). Para sahabat dan jejaring dapat berdonasi secara manual atau elektronik dengan cara penyetoran tunai, transfer ATM atau Mobile Banking, Kartu Kredit, e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya). Informasi lengkapnya dapat diperoleh di http://aktivin.id/4c “, ujar Glenn menambahkan.

Menurut Rm. Widyarsono, Dosen STF Driyarkara dan Pembina panitia event, olahraga virtual berdonasi ini sangat unik. “Lewat gerakan yang sudah bisa disebut nasional ini, pertama tama mari kita berikan perhatian pada sekolah-sekolah pelosok yang diujung tanduk. Dengan modal kebersamaan dan rasa solidaritas, mari kita dukung para tenaga guru honorer agar bisa terus mendidik murid-murid mereka. Kedua, yang tidak kalah penting, lewat keteladanan para volunteers Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge dan teman-teman, mari kita bangun pola hidup sehat dan bugar lewat olah raga rutin agar bisa menghadapi tantangan akibat pandemi dengan pikiran positif dan optimistik”.

Panitia Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge 2020.
Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia.
Narasumber:
Ketua Panitia: Christiano H. Wishaka (+62 818-1888-8788)
Koordinator Race Management: Glenn Sebastian (+62 812-8710-768)
Email sekretariat: [email protected]
Microsite: http://aktivin.id/4c
Materi komunikasi: E-Posters

]]>
SEMINAR WEBINAR REFLEKSI DAN REVOLUSI ATPN DALAM ENSIKLIK LAUDATO SI https://atpnbjb.ac.id/news/seminar-webinar-refleksi-dan-revolusi-atpn-dalam-ensiklik-laudato-si/ Fri, 06 Nov 2020 01:30:13 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/?p=2326 SEMINAR WEBINAR REFLEKSI DAN REVOLUSI ATPN DALAM ENSIKLIK LAUDATO SI Read More »

]]>

Mengenal Ensiklik Laudato Si

Ensiklik Paus Fransiskus Tentang Merawat Bumi

Ensiklik ini memuat pandangan dan seruan Paus Fransiskus tentang pentingnya mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. Paus menyatakan bahwa kerusakan yang terus-menerus dilakukan oleh manusia terhadap lingkungan sebagai satu tanda kecil dari krisis etika, budaya dan spiritual modernitas.

“Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi, yang menyuapi dan mengasuh kami, dan menumbuhkan aneka ragam buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rumput-rumputan. Saudari ini sekarang menjerit karena kerusakan yang telah kita timpakan kepadanya, karena tanpa tanggung jawab kita menggunakan dan menyalahgunakan kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya.”

Paus Fransiskus memulai bait-bait awal ensikliknya dengan ucapan “Laudato Si’, mi’ Signore,” “Terpujilah Engkau, Tuhanku,”  yang ia kutip dari ucapan Santo Fransiskus dari Asisi, pendahulunya. Ensiklik ini terkenal dengan nama Laudato Si karena ucapan pertama Paus dalam ensiklik tersebut adalah Laudato Si yang berarti Terpujilah Engkau.
Kalimat awal dalam ensiklik ini merupakan penegasan sikap Paus Fransiskus yang lahir dari refleksi keimanan atas realitas dunia yang hadir saat ini. Dua ratus empat puluh enam (246) paragraf dari keseluruhan ensiklik ini berbicara soal bagaimana seharusnya manusia beragama dan beriman bersikap atas alam dan lingkungannya.
Ensiklik ini merupakan seruan profetik pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang disandarkan pada ajaran keimanan Katolik. Sebuah ensiklik tak hanya merespons realitas sosial, namun juga mengungkapkan basis teologisnya, sehingga aksi-aksi implementatif terhadap ensiklik bukan hanya merupakan gerakan sosial melainkan juga gerakan keagamaan.

Ensiklik Laudato Si dalam konteks Kolese Mikael

Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikael Banjarbaru yang bernaung dalam Kolese Mikael Banjarbaru adalah salah satu kolese milik Serikat Yesus Indonesia yang secara serius ikut menanggapi secara positif seruan Paus ini. Kebetulan, isi ensiklik Laudato Si ini menjadi salah satu horison atau cakrawala yang menjadi orientasi karya Serikat Yesus internasional. Orientasi yang dicanangkan Serikat Yesus biasanya akan dibreakdown dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kolese dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam satu dekade ke depan semua kolese Jesuit di seluruh dunia, termasuk kolese-kolese Jesuit di Indonesia menjadikan UAP (Universal Apostolic Preference) sebagai horison, cakrawala atau sebagai orientasi dasar yang mau dicapai. UAP merupakan program Serikat Yesus International, yang memiliki 4 unsur :

  • Mengajarkan latihan rohani
  • Berjalan bersama yang miskin
  • Berpetualang bersama orang muda
  • Merawat bumi

    Keempat komponen ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak bisa saling dipisahkan. Keempat hal tersebut berasal dari hati manusia yang terdalam: dimensi kerohanian manusia. Tuhanlah yang personal yang menggerakkan manusia menuju kepada arah yang menjadi orientasinya. UAP adalah hasil sebuah discerment, keputusan rohani dalam terang ilahi.

Seminar Webinar ini dimaksudkan sebagai sarana merefleksikan bagaimana Kolese Mikael menyikapi Ensiklik Laudato Si dalam konteks situasi realnya. Secara khusus pada tahun lalu Kolese Mikael pernah melakukan seminar dan pelatihan  dalam pengelolaan sampah, pembuatan resapan air di  lingkungan kampus/sekolah, keberpihakan pada petani, dll. Seminar-Webinar ini mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang bisa diterapkan di lingkungan Kolese Mikael.

Seminar yang dipandu oleh Rahajeng Kurniawati sebagai Host dalam bentuk Talk Show dengan menghadirkan Rm. Effendi SJ sebagai narasumber utama, berjalan sangat seru dan menyenangkan. Peserta seminar yang terdiri dari direksi PT ATPN, Direktur Akademi Teknik Penerbangan Nasional berserta jajaran terkait, Direktur PT IGI, direktur PT BizDEC, Direktur PT ADE dan Kepala Sekolah SMK Mikael beserta wakil kepala sekolah,  serta  mahasiswa Akademi Teknik Penerbangan Nasional tingkat III, dengan antusias mengikuti kegiatan Seminar Webinar ini sampai selesai.

]]>
MIKAEL DAY https://atpnbjb.ac.id/news/tetap-berkarya-dan-bersyukur/ Tue, 29 Sep 2020 01:49:00 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/daily-makeup-tips/ MIKAEL DAY Read More »

]]>

Tetap Berkarya dan Bersyukur di Tengah Pandemi


29 September adalah hari Kolese Mikhael Banjarbaru. Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikhael selalu merayakan tanggal 29 September sebagai hari pelindung Kolese. Bahkan di tengah suasana pandemi sekalipun perayaan Mikael Day tetap dilaksanakan, namun dengan cara yang lebih sederhana. Tidak ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak secara bergerombol.

Acara puncak, Misa Kudus, yang biasanya dihadiri seluruh karyawan, dosen, guru, mahasiswa dan siswa SMK Mikhael, kali ini hanya dihadiri oleh karyawan ATPN dan SMK yang beragama Katolik. Sementara mahasiswa dan siswa mengikuti kegiatan misa secara online (streaming). Tema yang diangkat panitia adalah Tetap Berkarya dan Bersyukur di Tengah Pandemi. Tema ini dipilih panitia sebagai wujud rasa syukur karena berkat perlindungan St. Mikhael, kegiatan perkuliahan praktik dan produksi masih bisa berjalan meski dengan beberapa batasan. Tak ada seorangpun karyawan ATPN dan Mikael yang dirumahkan, diberhentikan dan semuanya masih bisa menerima gaji secara penuh. Keadaan ini menjadi sangat istimewa di tengah situasi banyaknya perusahaan yang kesulitan menjalankan kegiatan produksi, banyak perusahaan tutup dan karyawan dirumahkan.

Perayaan Santo Mikhael tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara meriah yang
melibatkan seluruh warga Kolese di bawah naungan Yayasan Karya Bakti Banjarbaru. Terlihat dengan adanya beberapa lomba, kegiatan kebersamaan (seperti jalan sehat,
touring dan lainnya) dan kegiatan-kegiatan sosial. Semua ini karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Semua kegiatan yang melibatkan orang banyak dan berkerumun akan ditiadakan dan diganti dengan kegiatan secara online dan bakti sosial untuk warga yang membutuhkan bantuan. Misa syukur tetap dilaksanakan dengan pembatasan peserta dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Meskipun perayaan Santo Mikhael tahun ini dirayakan secara sederhana, panitia mengharapkan agar seluruh anggota keluarga Kolese Mikhael tetap memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas demikian banyak cara yang dilakukan Tuhan untuk melindungi dan memelihara anggota Kolese Mikhael.

Tema Kegiatan: Tetap Berkarya dan Bersyukur di Tengah Pandemi

Diharapkan memberi inspirasi kepada seluruh anggota keluarga kolese Mikhael. Kita harus terus kreatif dan berkarya baik yang di dunia pendidikan maupun dunia usaha supaya tetap hidup berkembang di tengah situasi sulit akibat Covid-19.

Jenis Kegiatan :

  • Jenis kegiatan pada Perayaan Michael Day 2020 ini sebagai berikut :
  • Misa Michael Day 2020Bingkisan Michael Day 2020.
  • Bingkisan untuk seluruh karyawan di bawah Yayasan Karya Bakti Banjarbaru.
  • Lomba Pentas Seni “Michael Day” berupa banjarbaru vokal, grup vokal, paduan suara, baca puisi, atau video tutorial menarik terkait tugas di bagian kerja masing-masing
  • Lomba Fotografi dengan tema “Bumi dan Orang Miskin”
  • Lomba Mewarnai Kategori TK, SD kelas 1–3 dan SD kelas 4-6 untuk anak warga Kolese.
  • Lomba Desain Backdrop Michael Day 2020
  • Bakti Sosial Berupa bantuan paket masker dan hand sanitizer kepada warga sekitar Kolese.

]]>
Seminar Lingkungan Hidup https://atpnbjb.ac.id/news/seminar-lingkungan-hidup/ Fri, 14 Feb 2020 03:56:00 +0000 https://atpnbjb.ac.id/news/street-shopping-tips/ Seminar Lingkungan Hidup Read More »

]]>

MEMBANGUN HABIT MERAWAT BUMI.


Akademi Teknik Penerbangan Nasional, sebagai politeknik terbaik di Indonesia, tidak hanya membekali dosen dan mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan teknik dan softskills, tetapi juga dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan kehidupan manusia secara utuh..

Pada hari Jumat, 14 Februari 2020, Politeknik ATAMI Banjarbaru mengadakan SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP, yang dihadiri oleh perwakilan karyawan dari PT ATPN, PT ADE, PT IGI, Bisdec, PT AKE, para dosen dan istruktur, mahasiswa, dan perwakilan dari Kepala Sekolah, Guru dan Osis SMK Mikhael Banjarbaru. Pilihan untuk mengadakan SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP ini sejalan dengan kriteria dari pilihan karya Jesuit Provinsi Indonesia. Akademi Teknik Penerbangan Nasional dan SMK Mikhael sebagai KOLESE MIKHAEL merupakan salah satu dari karya Jesuit Provinsi Indonesia. Oleh karena itu semua kebijakan dalam tata kelola kolese harus sejalan dengan kebijakan Jesuit Provinsi Indonesia.


Dalam pilihan terhadap karya, Jesuit Provinsi Indonesia membuat Universal Apostolic Preferences (UAP). UAP merupakan penunjuk arah atau orientasi dan menjadi inspirasi bagi karya-karya Jesuit di Indonesia.emo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur.

EMPAT POIN PENTING UNIVERSAL APOSTOLIC PREFERENCES

1. Menunjukkan jalan menuju Allah

  • Tekanannya pada “menunjukkan jalan menuju Allah”. Inilah tugas kita.
  • Latihan Rohani (LR) dan diskresi adalah cara yang kita kenal akrab, berasal dari kekayaan kerohanian kita.
  • Mencari bentuk-bentuk kreatif menawarkan LR.
  • Melakukan diskresi dan percakapan rohani dalam berbagai konteks.
  • Sekularisme menawarkan kesempatan baru untuk mencari Allah.

2. Berjalan bersama orang miskin

  • Seperti Yesus, bersama orang miskin secara fisik dan emosional. Melihat dunia dari kacamata mereka.
  • Bersama mereka mengusahakan keadilan dan perubahan struktur sosial, ekonomi, dan politik. Keadilan sosial dan perubahan struktural sebagai dimensi penting dalam karya rekonsiliasi.
  • Memperkuat demokrasi politik untuk melawan neoliberalisme, fundamentalisme dan populisme.
  • Keadilan ke dalam seperti berlaku adil bagi korban dan pelaku kejahatan seksual di dalam Gereja. Membangun budaya hormat dan melindungi orang-orang rentan.

3. Menemani orang muda

  • Kaum muda (dan orang miskin) sebagai locus theologicus: melalui orang muda dan situasi yang mereka hadapi, Gereja membaca gerak Roh.
  • Kaum muda adalah wajah perubahan yang sedang terjadi dalam masyarakat dan Gereja: transformasi antropologis yang digerakkan oleh budaya digital.
  • Membuka atau menciptakan ruang dalam Gereja dan Serikat bagi diskresi agar kaum muda bisa tumbuh.

4. Merawat rumah bumi

  • Membangun “model hidup manusiawi yang berdamai dengan ciptaan”
  • Melakukan analisis, penyelidikan, dan diskresi sampai pada keputusan-keputusan untuk menyembuhkan ibu bumi.
  • Perhatian khusus pada ekosistem yang rapuh di Amazonia, Kongo, India dan Indonesia
  • Pertobatan ekologis: efek dari perjumpaan dengan Kristus hendaknya tampak dalam relasi kita dengan dunia di sekitar kita, mulai dengan mengubah gaya hidup.

Dalam sambutannya Rm. T. Agus Sriyono SJ menegaskan bahwa Kolese Mikhael secara serius ingin menjadikan Empat Poin UAP ini sebagai sesuatu yang bisa diterapkan di Kolese Mikhael Banjarbaru. Untuk memujudkan poin ke empat UAP: MERAWAT RUMAH BUMI, maka Seminar Lingkungan Hidup yang dilaksanakan pada Jumat 14 Februari ini sebagai wujud keseriusan Kolese MIkhael dalam mewujudkan impian menjadi pelopor dalam kegiatan Merawat Rumah Bumi. Panitia Seminar menyadari bahwa sampah menjadi masalah yang tidak pernah selesai di Indonesia. Fenomena itu terjadi pula di Kota Banjarbaru. Kolese Mikhael yang secara geografis berada di kota Banjarbaru, mau ikut ambil bagian dalam pengelolaan sampah, sebagai wujud dari kecintaan pada bumi, milik generasi mendatang.

Seminar Lingkungan Hidup ini mengundang Narasumber Ibu Denok Marty Astuti – 40, praktisi lingkungan hidup di Kota Banjarbaru. Berkat kinerja dan kiprahnya, Ibu Denok diusulkan oleh Pemkot Surakata meraih penghargaan Kalpataru. Ibu Denok mengajak peserta seminar untuk mengelola sampah mulai dari hal kecil disekitar kita. Untuk pengelolaan sampah, butuh keteladanan dan contoh. Orang lain tidak akan melakukan kalau belum ada contoh yang dianggap berhasil. Bank sampah menjadi salah satu contoh bahwa sampahpun bisa menjadi emas. Banyak hal yang bisa dikreasikan sampah, misalnya : Sampah sisa organik diolah menjadi kompos, sampah botol plastik dikumpulkan dan ditimbang menjadi uang dan bisa ditabung/ dikonversi menjadi emas.

Dalam paparannya ibu Denok memaparkan tentang volume sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo dari waktu ke waktu terus bertambah. Pada 2015, terdapat 275 ton sampah per hari yang masuk TPA tersebut. Kemudian, rata-rata sampah masuk per hari pada 2016 meningkat menjadi 298 ton. Volume itu kembali naik pada 2017 dengan rata-rata 310 ton sampah per hari.

Diskusi tentang sampah dan lingkungan hidup, tidak perlu menunggu es di kutub utara dan selatan mencair. Akademi Teknik Penerbangan Nasional menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak perlu disampaikan dalam wacana indah dalam kata, tetapi justru melalui hal yang sederhana dan berasal dari diri kita sendiri. Mengelola sampah berasal dari kebiasaan atau habit kita sehari-hari. Karena itu, dalam Seminar lingkungan hidup kali ini, Akademi Teknik Penerbangan Nasional mengangkat tema “Membangun Habit Merawat Bumi”.

Tema ini diangkat dengan dasar arah “Universal Apostolic Preferences” Serikat Yesus dimana konsep membangun dunia dengan cara “model hidup manusiawi yang berdamai dengan ciptaan”. Selain itu, mengajak untuk melakukan analisis, penyelidikan dan diskresi sampai pada keputusan-keputusan untuk menyembuhkan ibu bumi. Dasar tersebut juga mengajarkan bahwa pertobatan ekologis: efek dari perjumpaan dengan Kristus, hendaknya tampak dalam relasi kita dengan dunia di sekitar kita, mulai dengan mengubah gaya hidup.

]]>